Cara Membuat Link Bergoyang Di Blog

Sabtu, 20 Juni 2015

TANTANGAN BUAT GAN SIST YANG MERASA GENERASI MUDA.

“KALAU HIDUP TIDAK ADA TANTANGAN YA JANGAN HIDUP GAN SIST  DAN TANTANGAN ITU SEBENERNYA MOTIFASI BUKAN ANCAMAN BROH“ –
Tidak ada perjalanan yang mudah untuk memperoleh hasil luar biasa. Baik di zaman dulu maupun saat  ini. Seperti yang dialami generasi muda saat ini dalam melanjutkan perjuangan para pahlawan di zaman dulu.
Tantangan yang dialami para kaum  muda saat ini pun beragam. Satu yang pasti, tantangan terberat yang mereka rasakan justru berasal dari diri sendiri..
Sikap apatis dan mementingkan diri sendiri menjadi tantangan terbesar yang dialami  kaum muda masa kini dalam melaksanakan perjuangan mereka masing-masing. Adanya sifat selalu yang menanamkan dalam diri untuk tidak mudah puas atas semua pencapaian yang diraih.
Sebetulnya "Tantangan kaum muda sekarang untuk menjadi pahlawan adalah sikap apatisme dan  kadang terlalu memikirkan diri sendiri.” Untuk mengatasinya,  terus belajar dan tidak pernah puas. Seperti Bung Hatta yang pemikir dan pejuang yang tulus.dan tantangan terbesar yang harus bisa dilalui oleh para mahasiswa ialah rasa malas.
Solusi untuk membunuh rasa malas, lanjutnya, ialah motivasi dari diri sendiri. Dengan menemukan pembangkit semangat (mood buster), rasa malas bisa hilang dan terpacu untuk berinovasi. rasa malas adalah musuh utama dalam perjuangan kaum muda yang harus segera diatasi.

Hambatan itu biasanya datang dari diri sendiri. Mungkin kAdang  kurang motivasi dan malas untuk berusaha dan belajar. Tantangannya adalah bagaimana bisa mengalahkan diri sendiri tersebut
KOPI KU KOPI MU DAN KOPI KITA



“Kopi bukan hanya minuman di dalam gelas,tapi kopi punya cerita,cinta,dan cerita”-Aris Suyanto

Penikmat dan pencinta kopi hanya dibedakan dari sedalam apa mereka mencintai. Tak hanya masalah rasa pada lidah, tapi juga jatuh ke hati.





Banyak yang mengira jika penikmat dan pencinta kopi adalah sama. Padahal jika dilihat lebih dalam, penikmat dan pencinta kopi dibedakan oleh satu garis tipis bernama ‘kesungguhan’. Mereka yang penikmat kopi menikmati kopi dengan baik. Mengerti kopi dengan cukup dan tak mengapa jika sehari tidak minum kopi. Sedangkan pecinta pastilah tak sekedar itu. Mereka mencintai kopi sedemikian besar sehingga tak mungkin rasanya jika sehari tak minum kopi. Mencintai kopi luar dalam, mengetahui kopi dengan pengetahuan cukup dan menganggap kopi lebih dari sekedar minuman waktu senggang.


Discover Indonesia



Ever since prehistoric times the Indonesian archipelago has been inhabited. Java Man or pithecanthropus erectus (upright apeman) is the oldest known inhabitant here, having lived over a million years ago. Other more recent prehistoric species include the still disputed homo Floresiensis, or the Flores hobbits, dwarf people, who have also made these islands their home. 

Historically, Chinese chronicles mention that trade between India, China and these islands was already thriving since the first century AD. The powerful maritime empire of Criwijaya with capital around Palembang in southern Sumatra, was the centre for Buddhism learning and was known for its wealth. It held sway over the Sumatra seas and the Malacca Straits from the 7th to the 13th. century. In the 8th -9th century, the Sailendra Dynasty of the Mataram kingdom in Central Java built the magnificent Buddhist Borobudur temple in Central Java, this was followed by the construction of the elegant Hindu Prambanan Temple built by the Civaistic king Rakai Pikatan of the Sanjaya line.    

From 1294 to the 15th century the powerful Majapahit Kingdom in East Java held suzerainty over a large part of this archipelago. Meanwhile, small and large sultanates thrived on many islands of the archipelago, from Sumatra to Java and Bali, to Kalimantan, Sulawesi, Ternate and the Moluccas. 

In the 13th century, Islam entered Indonesia through the trade route by way of India, and today, Islam is the religion of the majority of the population. 

Throughout history, traders have brought the world’s large religions of Buddhism, Hinduism and Islam to this archipelago, deeply influencing this country’s culture and way of life. Yet Indonesia was never conquered by India nor China, until Europeans came and colonized these islands.

Marco Polo was the first European to set foot on Sumatra. Later, in search for the Spice Islands the Portuguese and Spaniards arrived in these islands sailing around the Cape of Good Hope in southern Africa. In 1596 the first Dutch vessels anchored at the shores of West Java after a long voyage.  Over the next three centuries, the Dutch gradually colonized this archipelago until it became known as the Dutch East Indies.
  
But revolt against the colonizers soon built up throughout the country. The Indonesian youth, in their Youth Pledge of 1928 vowed together to build “One Country, One Nation and One Language: Indonesia”, regardless of race, religion, language or ethnic background in the territory then known as the Dutch East Indies.  

Finally, on 17 August 1945, after the defeat of the Japanese in the Second World War, the Indonesian people declared their Independence through their leaders Soekarno and Hatta. Freedom, however was not easily granted. Only after years of bloody fighting did the Dutch government finally relent, officially recognizing Indonesia’s Independence in 1950.

Jakarta, located on the north coast of western Java is the capital of the Republic of Indonesia. It is the seat of government, and center of business and finance. A large, modern metropolitan city with a population of 9 million people, Jakarta is a melting pot of all different ethnic groups in the archipelago. 

Today, after six decades of freedom, Indonesia has become the third largest democracy in the world. Despite facing today’s global financial crisis, the country has managed to show positive economic growth, and is internationally respected for her moderate, tolerant yet religious stance in today’s global conflict among civilizations. 

Tips dan Trik Mudah Lulus Ujian SIM C 

Tips dan Trik Mudah Lulus Ujian SIM C- Beruntung bagi temen-temen yang baca tips ini sebelum ke "medan pertempuran". Mungkin ada banyak faktor yang menyebabkan peserta ujian SIM C gagal, :
  1. Tidak Sarapan, masalah sepele seperti sarapan sangat berpengaruh, bayangkan aja bro,,, disana itu buat SIMnya gak sebentar kaya beli pulsa, mungkin paling cepet 2 jam (mungkin), tapi saya waktu itu hampir 5 jam. Lama Ngantri, Lama Nunggu giliran, dsb.
  2. Berangkat kesiangan, kalo mau cepet selesai yaaa harus dateng pagi-pagi, apalagi jaraknya jauh... Keuntungannya kamu bisa cepet selesai. Perlu diingat, Pelayanan untuk Ujian Teori cuman sampai jam 12 siang (biasanya). jadi kudu brangkat pagi-pagi...
  3. Gak persiapan, Terutama persiapan ujian Teori. Layaknya persiapan ujian nasional, butuh berbulan-bulan untuk menyiapkan UAN, Namun jika hanya sekedar Ujian Teori SIM,,, Luangkan lang beberapa Menit untuk baca-baca "Kisi-Kisi"nya, Download Contoh soal [Disini]
  4. Gak tanya-tanya dulu sama yang sudah pernah buat SIM, ini harus dong, mungkin ada tips-tips dari dia yang mungkin gak ada di Postingan ini.
  5. Belum Lancar bawa motornya, ini fatal banget broo, wajib lancar dulu bawa motornya...
  6. Belum Tau medan tesnya,  Tesnya kita disuruh melewati lintasan angka 8 , lintasan U, Lintasan Lurus, dan Lintasan zig-zag.
Saya mengambil dari pengalaman saya yang pada waktu itu saya (Alhamdulillah) hanya 1 kali gagal di. Bahkan ada yang sampai 7 kali gagal. Saya agak nyesel waktu itu Knapa kok gak sekali aja trus langsung lulus. Apalagi rumah saya dengan tempat ujian praktek sangat jauh. Agar tidak terlalu rugi biaya mondar-mandir, rugi tenaga (karena disana diuji dengan kesabaran tingkat tinggi, Soalnya kita ngantri...bayangkan jika kamu ada di antrian 200), rugi waktu, dsb. Sory, Langsung aja gan, berikut tips ujian praktek di lapangan:
  1. Gunakan Motor sesuai dengan kamu yang bisa, misalkan kamu biasa membawa motor mio, maka gunakanlah motor mio, namun jika kamu terbiasa membawa motor bebek, maka gunakan motor bebek, dan seterusnya... Disana disediakan 3 macam tipe Motor (Mio, Bebek, Tiger).Tapi biasanya antrian sangat panjang dan tambah lama, sebabnya karena banyak orang yang ngincer motor mio, entah mengapa (Mungkin karena mudah). Sehingga antrian untuk menunggu giliran motor mio sangat lama. Tapi bagi kaum Laki-laki yang menunggu/mengincar motor mio, sangat malu, karena disana kebanyakan yang nunggu mio kaum hawa (menurut pengamatan saya). Untuk batasan kegagalan:  
    1. Motor Mio (untuk Laki-laki hanya diberi 1 kali kesempatan, untuk cewek 3 kali kesempatan),  
    2. Motor bebek (untuk Laki-laki hanya diberi 1 kali kesempatan, untuk cewek 3 kali kesempatan),  
    3. Motor Tiger (untuk Laki-laki hanya diberi 3 kali kesempatan, untuk cewek 3 kali kesempatan). Biasanya motor Tiger agak sepi peminat, sehingga kabar gembira bagi agan yang bisa make motor Tiger, agan bisa didahulukan sehingga bisa lebih cepet ngantrinya.
  2. Ketika sudah diatas Motor, Tenang, Baca Doa dulu (Bismillah & Doa naik kendaraan), Jangan grogi (soalnya kamu kayak artis, ditonton banyak orang).
  3. Masukkan gigi 2 motor yang kamu pake (kecuali mio), biar agak bisa stabil ngegasnya. 
  4. Konsentrasi, tapi pikiran tenang. 
  5. Jika berhasil ucapkan Alhamdulillah, namun jika nyatanya belum berhasil, jangan ngumpat-ngumpat.. gak enak diliat orang,,,   
Mekanismenya nanti kita ujian via komputer, bukan kita dibagiin kertas (kayak ulangan). Jadi kita duduk, kemudian di meja kita tersedia 4 tombol (A,B,C, dan tombol reset), dan soal ujiannya di depan layar proyektor. Untuk Tips Ujian Teorinya: 
  1. Persiapkan Teori dengan matang, Download "soal-soal Ujian Teori SIM C".
  2. Ketika menunggu giliran Ujian Teori, Jangan sia-siakan keterangan rambu-rambu yang terpampang di ruang tunggu ujian teori, besar kemungkinan soal-soal muncul dari situ. dan biasanya ada juga TV yang menampilkan Video Visual tata tertib berkendara. Perhatikan dan pahami, Jangan cuman bengong doang.
  3. Ketika masuk, pilih duduk yang paling enak menurut kamu, namun jika ada kendala dengan penglihatan atau posisi terganggu, kamu jangan segan-segan bilang sama pak polisinya (pak polisinya baik....kok).
  4. Duduk tenang, Konsentrasi, No Grogi. Kalo saya pada waktu itu memilih tempat duduk di depan  paling kanan, biar bisa nyender hehehe.... jadi agak bisa nyantei gtu... Kurang lebih 30 menit lah,,,
Untuk Tips dari saya, mungkin itu aja. Bukannya saya banya omong, cuman saya pengen nulis-nulis aja,,, smoga aja postingan saya ada manfaatnya....

Catatan, hal-hal yang lain mungkin bisa kalian tau:
  1. Untuk Mekanisme, kamu bisa tanya aja sama orang disana,,, pak polisinya baik-baik kok....
  2. Biasanya masih juga ada oknum asing yang menawarkan "bantuan". Tapi menurut saya lebih baik manual aja, Kalo menurut saya kalo nyogok itu, gak adil (yang lainnya antri, masak!!! kita nyerobot), emang kita belum canggih bawa motor, dan sebagainya.... No Nyogok,,, Lebih irit. Biasanya dia minta sekitar kurang lebih 500-600 rb. Tapi kalo kita sendiri, cuman bayar 100 rb. irit 500 rb.
  3. Tes kesehatan di sini agan diminta untuk menunjukkan KTP asli untuk pendaftara tes kesehatan. Tes kesehatan ini meliputi penimbangan berat badan, mengukur tinggibadan, tes membaca huruf dari jarak jauh, dan tes buta warna. 
  4. Rincian Biaya tanpa nyogok: 
    1. Fotocopy KTP : Rp 500-1000,-
    2. Cek Kesehatan : Rp  20rb-25rb
    3. Asuransi : Rp 30rb
    4. Pendaftaran SIM C : Rp 100rb, jadi total yang kira-kira perlu disiapin kisaran Rp 156rb,- (Murahkan!!!)
Udah dulu postingannya yaa... makasih, gak kerasa!!! malah kebanyakan Tulisannya... Mungkin kalo ada yang mau nambahin,,,, 
Referensi: berbagai sumber, dan pengalaman


MARHABAN YA RAMADHAN

Selamat datang Ramadhan,Selamat datang bulan yang membawa rahmah, maghfirah dan ‘itqun minan-nar bagi kaum muslimin,bulan yang paling ditunggu oleh setiap kaum muslimin.
Dalam catatan sejarah dan periwayatan sahabat, ditemukan beberapa kebiasaan penting Rasulullah saw menghadapi kedatangan tamu agung yaitu bulan suci Ramadhan.

Pertama, Rasulullah saw memberitahukan dan mengingatkan anak dan istrinya, akan kedatangan Ramadhan yaitu bulan yang membawa keampunan, kemuliaan, barakah, penuh fadhilah dan bulan yang dapat mengangkat derajat seorang hamba menjadi muttaqin. Rasulullah saw juga mengajak keluarganya mempersiapkan diri secara fisik dan mental, untuk menjalankan ibadah secara maksimal di bulan Ramadhan, baik ibadah mahdhah maupun ibadah ghairu mahdhah (ibadah sosial).

Kedua, Rasulullah saw memiliki tradisi di akhir Syakban yaitu memperkenalkan Ramadhan dan mengajarkan hikmahnya kepada sahabat. Ramadhan adalah salah satu bulan dari kalender Islam, yang memiliki keutamaan (fadhilah) lebih, bila dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain. Rasulullah saw menginformasikan filosofi, hikmah dan fadhilah Ramadhan kepada sahabat, agar termotivasi dan bersungguh-sungguh mengisi dan memanfaatkan Saidus-Syuhur sebagai bulan umatKu, kata Rasulullah saw.
Ketiga, Rasulullah saw mengencangkan ikat pinggangnya pada hari-hari terakhir Ramadhan. Makna kencangkan ikat pinggang dipahami para ulama dalam arti kiasan (majaz), dan bukan dalam makna tersurat berupa sabuk atau ikat pinggang harus ketat melekat pada pinggang. Makna yang sebenarnya adalah pada hari-hari terakhir bulan Ramadhan, Rasulullah saw menunjukan sikap mulia kepada kita betapa sungguh beliau memanfaatkan hari-hari terakhir Ramadhan penuh dengan qiyamul lail; tarawih, membaca Alquran, i’tikaf, zikir, berdoa, shalat jamaah, majelis ilmu, infaq, sadaqah dan berbagai macam ibadah lainnya.


Marhaban ya Ramadhan
Kehadiran Ramadhan di tengah kaum muslimin, memiliki kebanggaan dan makna tersendiri. Rasulullah saw menginformasikan kepada kita bahwa orang yang senang dan gembira dengan kedatangan bulan Ramadhan, maka Allah Swt akan melindungi jasadnya dari jilatan api neraka. Kegembiraan yang muncul dari kalangan kaum muslimin, dikarenakan bulan yang ditunggu-tunggu telah tiba. Ramadhan membawa rahmat, maghfirah dan melepaskan kita dari kungkungan api neraka.

"Kebahagiaan hati kita menyambut Ramadhan adalah bukti hadirnya getaran Iman didada kita. Pucuk pucuk Iman kembali merekah di Ramadhan ini, semoga kita bisa menjaga kuncup itu hinga mekar dan berbuah Syurga"

"Pucuk pucuk Iman kembali tumbuh dan terlahir kembali di Ramadhan ini, kuncup kuncupnya mulai merekah dan bermekaran menaburkan kebahagian dihati kita. Kerinduan hati kita menyambut Ramadhan adalah bukti hadirnya getaran Iman. Kebahagiaan itu terlahir dari pohon Iman dibelantara dada kita, kuncup itu akan terus berkembang dan menjelma dalam kelopak indah Ramadhan. Ramadhan yang nanti berbuah Syurga. Insha Allah... "

..:::Ahlan Ya Ramadhan:::..


Sesungguhnya Allah memerintahkan surga-Nya seraya berfirman, ''Bersiap-siaplah surga-Ku dan berhias diri untuk hamba-hamba-Ku, mereka beristirahat dari lelahnya dunia menuju rumah-Ku dan kemuliaan-Ku.''

Sesunguhnya Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi berfirman :
"Puasa itu untuk-Ku dan Aku membalasnya. Orang yang berpuasa itu mendapat dua kegembiraan, yaitu ketika berbuka dan ketika bertemu dengan Tuhannya. Demi Dzat Yang jiwa Muhammad di tanganNya, sungguh bau busuknya mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dari pada bau kasturi". (Al Hadits, dari Ali bin Abi Thalib ra).

Kamis, 21 Mei 2015

Ketahanan Nasional Di Bidang Ideologi

Disusun Oleh :
ARIS SUYANTO
11213368
2EA08
Jurusan Manajemen
Fakultas Ekonomi
Universitas Gunadarma
Kata Pengantar
Puji syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karuniaNya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah ini disusun guna melengkapi tugas Pendidikan Kewarganegaraan “Ketahanan Nasional di Bidang Ideologi“. Saya menyadari bahwa dalam penulisan ini, masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat saya butuhkan untuk dapat menyempurnakan makalah di masa yang akan datang. Semoga apa yang disajikan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi saya dan teman-teman maupun pihak lain yang berkepentingan.
Depok, 22 Mei 2015
Penulis
Daftar Isi
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
1.2 RUMUSAN MASALAH
1.3 TUJUAN .
BAB II PEMBAHASAN 
2.1 PENGERTIAN KETAHANAN NASIONAL DAN IDEOLOGI
2.2 KETERKAITAN KETAHANAN NASIONAL DENGAN IDEOLOGI
2.3 TUJUAN KETAHANAN NASIONAL DI BIDANG IDEOLOGI  .
2.4 UPAYA-UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN NASIONAL DI BIDANG IDEOLOGI
BAB III PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA 
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Terbentuknya negara Indonesia dilatar belakangi oleh perjuangan seluruh  bangsa. Sudah sejak lama Indonesia menjadi incaran banyak negara atau bangsa lain, karena potensinya yang besar dilihat dari wilayahnya yang luas dengan kekayaan alam yang banyak. Kenyataannya ancaman datang tidak hanya dari luar, tetapi juga dari dalam. Terbukti, setelah perjuangan bangsa tercapai dengan terbentuknya NKRI, ancaman dan gangguan dari dalam juga timbul, dari yang bersifat kegiatan fisik sampai yang idiologis. Meski demikian, bangsa Indonesia memegang satu komitmen  bersama untuk tegaknya negara kesatuan Indonesia. Dorongan kesadaran bangsa yang dipengaruhi kondisi dan letak geografis dengan dihadapkan pada lingkungan dunia yang serba berubah akan memberikan motivasi dalam menciptakan suasana damai. Sejak merdeka negara Indonesia tidak luput dari gejolak dan ancaman yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa. Ketahanan nasional Indonesia adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi , berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dalam menggapai dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan baik yang datang dari luar dan dari dalam untuk menjamin identitas, integrasi, kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional.
1.2 Rumusan Masalah
1) Apa pengertian ketahanan nasional dan ideologi?
2) Bagaimana kaitan ketahanan nasional dengan ideologi?
3) Apa tujuan ketahanan nasional di bidang ideologi?
4) Bagaimana upaya meningkatkan ketahanan nasional di bidang ideologi?
1.3 Tujuan   
1. Mengetahui pengertian ketahanan nasional dan ideologi.
2. Mengetahui kaitan ketahanan nasional dengan ideologi
3. Mengetahui apa tujuan ketahanan nasional di bidang ideologi.
4. Mengetahui upaya-upaya meningkatkan ketahanan nasional di bidang ideologi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Ketahanan Nasional dan Ideologi
Ketahanan Nasional adalah kondisi hidup dan kehidupan nasional yang harus senantiasa diwujudkan dan dibina secara terus menerus secara sinergi. Hal demikian itu, dimulai dari lingkungan terkecil yaitu diri pribadi, keluarga, masyarakat,bangsa,dan Negara.Dengan modal dasar keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan kekuatan nasional. Ketahanan nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. Untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara dalam mecapai tujuan nasional.
Untuk mewujudkan keberhasilan ketahanan sosial budaya warga negara Indonesia perlu, kehidupan sosial budaya bangsa dan masyarkat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, rukun,bersatu, cinta tanah air, maju, dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang serta mampu menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional.
Ideologi merupakan seprangkat ide atau gagasan yang di dalamnya mengandung nilai-nilai dasar yang dimiliki oleh suatu bangsa yang bersangkutan untuk dijadikan sebagai pandangan dan petunjuk hidup dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa maupun bernegara. Ketetapan bangsa Indonesia bahwa Pancasila adalah ideologi bagi bangsa Indonesia. Adapun makna Pancsila sebagai ideologi nasional adalah bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila menjadi cita-cita normatif penyeleggaraan bernegara. Secara luas dapat diartikan bahwa visi atau arah dari penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah terwujudnya kehidupan yang ber-Ketuhanan yang ber-Kemanusiaan yang ber-Persatuan yang ber-Kerakyatan dan yang ber- Keadilan. Dengan konsepsi di atas maka Pancasila sebagai ideologi berarti bahwa Pancasila merupakan keseluruhan gagasan, pandangan, cita-cita, keyakinan, dan nilai bangsa Indonesia yang secara normatif diwujudkan dalam kehdupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
2.2  Kaitan Ketahanan Nasional dengan Ideologi
Konsep ketahanan di bidang ideologi dimanifestasikan sebagai kondisi mental bangsa dengan berlandaskan keyakinan kebenaran ideologi Pancasila yang memiliki kemampuan untuk menggalang dan memelihara persatuan dan kesatuan nasional, serat kemampuan menangkal interfensi nilai-nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa dan ideologi asing yang datang dari luar.
2.3 Tujuan Ketahanan Nasional dalam Bidang Ideologi
Dengan ketahanan nasional khususnya dalam bidang ideology memiliki tujuan yang sangat penting guna dipakai sebagai dasar cita-cita bersama dari ketahanan nasional yang dibangun dari kemntapan ideology dengan begitu dapat menangkal berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan ganguan seperti penetrasi ideologi asing dan nilai-nilai yang tidak sesuai dengan ideologi bangsa. Dengan begitu, memungkinkan berjalannya pembangunan nasional yang bertujuan kesejahteraan rakyat dan kelangsungan hidup bangsa. Ketahanan nasional di bidang ideologi juga ditujukan untuk mengatasi segala ancaman,tantangan,hambatan,dan gangguan baik dar luar atau dalam negeri yang secara langsung atau tidak membahayakan kelangsungan kehidupan Pancasila sebagai landasan negara.
2.4 Upaya-upaya untuk meningkatkan Ketahanan Nasional di Bidang ideologi
Suatu kondisi mental bangsa yang mampu menggalang kekuatan untuk mengatasi berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan intervensi dan penetrasi ideology asing tidak akan terwujud dalam keadaan yang riil, tanpa dijabarkan dan diimplementasikan secara langsung. Oleh karena itu perlu upaya-upaya yang dapat meningkatkannya. Suatu ide tidak akan menjadi cita-cita yang nyata tanpa diikuti dengan penuangan secara tertulis disertai upaya pencapaian cita-cita tersebut. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menuangkan ide tersebut secara tertulis, yang kemudian dijabarkan lagi dalam peraturan yang mendasari negara tersebut yang kemudian ditingkatkan lagi dengan bentuk tindakan operasional dalam rencana dan program kerja yang melibatkan semua pihak.Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketahanan nasional di bidang ideologi :
  1. meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, termasuk menghayati ideology pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, tujuan dan cita-cita bersama   bangsa Indonesia untuk mencapai kesejahteraan bersama dan mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dari berbagai ancaman.
  2. Memahami ideology pancasila sebagai milik bersama bangsa Indonesia dan sebagai alat pemersatu bangsa dari perbedaan-perbedaan yang ada.
  3. Menanamkan kecintaan terhadap tanah air dengan berperan secara aktif dalam pembangunan bangsa dan negara.
  4. Meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap undang-undang yang berlaku.
  5. Pembekalan mental spiritual di kalangan masyarakat agar dapat menangkal pengaruh-pengaruh asing yang tidak sesuai dengan norma-norma kehidupan bangsa.
Dengan beberapa upaya tersebut akan mampu meningkatkan kemampuan untuk menggalang dan memelihara persatuan dan kesatuan nasional, serat kemampuan menangkal interfensi nilai-nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa dan ideologi asing yang datang dari luar.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Ketahanan Nasional dalam bidang ideology adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang beisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan utntuk mengembangkan kekuaan nasional, di dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman tantangan hambatan dan gangguan baik yang datang dari dalam dan luar yang secara langsung atau tidak membahayakan identitas, integritas kelangsungan hidup suatu bangsa dan Negara serta perjuangannya mencapai tujuan nasionalnya. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menuangkan ide tersebut secara tertulis, yang kemudian dijabarkan lagi dalam peraturan yang mendasari Negara tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

Rabu, 29 April 2015

STRATEGI PROMOSI PRODUK BANK

A. Pengertian Promosi
Produk sudah diciptakan, harga juga sudah ditetapkan, dan tempat (lokasi dan layout sudah disediakan), artinya produk sudah benar-benar siap untuk di jual. Agar produk tersebut laku dijual ke masyarakat atau nasabah, amaka masyarakat perlu tahu kehairan produk tersebut, berikut manfaat, harga, di mana diapat diperoleh dan kelebihan produk dibandingkan pesaing. Cara untuk memberitahukan kepada masyarakat adalah melalui sarana promosi. Artiya, keputusan terakhir bank harus mempromosikan produk tersebut seluas mungkin ke nasabah.
Promosi merupakan kegiatan marketing mix yang terakhir. Kegitan ini merupakan kegiatan yang sama pentingnya dengan ketiga kegiatan di atas, baik produk, harga dan lokasi. Dalam kegiatan ini setiap bank beruasaha untuk memperomosikan seluruh produk dan jasa yang dimilikinya baik langsug maupun tidak langsung.
Tanpa promosi jangan diharapkan nasabah dapat mengenal bank. Oleh karena itu, promosi meripakan sarana yang paling ampuh untuk menarik dan mempertahankan nasabahnya. Salah satu tujuan promosi bank adalah menginformasikan segala jenis produk yang ditawarkan dan berusaha menarik calon nasabah yang baru kemudian promosi juga berfungsi mengingatkan nasabah akan produk, promosi uga ikut mepengaruhi nasabah untuk membeli dan akhirnya promosi juga akan menigkatkan citra bankdimata para nasabahnya.
Dalam praktiknya paling tidak ada empat macam sarana promosi yang dapat digunakan oleh setiap bank dalam memepromosikan baik prosuk maupun jasanya. Pertama, promosi melalui periklanan (advertising). Kedua, melalui promosi penjualan (sales romotion), ketiga melalui Publisitas (publicity) da keempat adalah promos melalui penjualan pribadi (personal selling).
Masing-masing sarana promosi ini memiliki tujuan sendiri-sendiri. Misalnya, untuk menginformasikan tentang keberadaan produk dapat dilakukan melalui iklan. Untuk mempengaruhi nasabah dilakukan melalui sales promotion serta untuk memberikan citra perbankan dapat dilakukan melalui publisitas.
Secara garis besar keemapt sarana promosi yang dapat digunakan oleh perbankan adalah sebagai berikut:
1. Periklanan (advertising)
Merupakan promosi yangdilakukan dalam bentuk tayangan atau gambar atau kata-kata yang tertuang dalam spanduk, brosur, billboard, Koran, majalah televisi atau radio.
2. Promosi Penjualan (sales promotion)
Merupakan promosi yang digunakan untuk meningkatkan penjualan melalui potongan harga atau hadiah pada waktu tertentu terhadap barang-barang tertentu pula.
3. Publisitas (publicity)
Merupakan promosi yang dilakukan untuk meningkatkan citra bank di depan para calon nasabah atau nasabahnya melalui kegiatan sponsorship terhadapa suatu kegiatan amal atau sosial atau olahraga.
4. Penjualan Pribadi (personal selling)
Merupakan promosi yang dilakukan melalui pribadi-pribadi karywan bank dalam melayani serta ikut mempengaruhi nasabah.

B. Periklanan (Advertsing)
Iklan adalah sarana promosi yang digunakan oleh bank guna menginformasikan, segala sesuatu produk yang dihasilkan oleh bank. Informasi yang diberikan adalah manfaat produk, harga produk serta keuntungan-keuntungan produk dibandingkan pesaing. Tujuan promosi lewat iklan adalah berusaha untuk menarik, dan mempengaruhi calon nasabahnya.
Penggunaan promosi dengan iklan dapat dilakukan dengan berbagai media, seperti lewat :
1. Pemasangan billboard (papan nama) di jalan-jalan strategis.
2. Pencetakan brosur baik disebarkan di setiap cabang atau pusat-pusat perbelanjaan.
3. Pemasangan spanduk di lokasi tertentu yang strategis.
4. Melalui Koran.
5. Melalui Majalah.
6. Melalui Televisi.
7. Melalui Radio.
8. dan menggunakan media lainnya.

Agar iklan yang dijalnkan efektif dan efisien maka perlu dilakukan program pemasaran yang tepat. Dalam praktiknya program periklanan yang harus dilalui adalah sebagai berikut :
1. Identifikasikan pasar sasaran dan motif pembeli.
2. Tentukan misi yang menyangkut sasaran penjualan dan tujuan periklanan.
3. Anggaran iklan yang ditetapkan.
4. Merancang pesan yang akan disampaikan.
5. Memilih media yang akan digunakan.
6. Mengukur dampak dari iklan.

Tujuan penggunaan dan pemilihan media iklan tergantung dari tujuan bank. Masing-masing media memiliki tujuan yang berbeda. Terdapat paling tidak empat macam tujuan penggunaan iklan :
1. Untuk pemberitahuan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan produk dan jasa bank yang dimiliki oleh suatu bank. Seperti peluncuran produk baru, manfaat produk atau di mana dapat diperoleh, keuntungan dan kelebihan suatu produk atau informasi lainnya. Iklan juga bertujuan untk memberitahukan tentang pembukaan cabang baru, atau penggunaan teknologi baru.
2. Untuk mengingatkan kembali kepada nasabah tentang keberadaan atau keunggulan jasa bank yang ditawaarkan. Biasanya karena banyak saingan yang masuk sehingga perlu diingatkan agar nasabah kita tidak beralih ke bank lain.
3. Untuk menarik perhatian dan minat para nasabah baru dengan harapan akan memperoleh daya tarik dari para calon nasabah. Diharapkan mereka mencoba untuk membeli atau menggunakan produk yang ditawarkan atau paling tidak mereka sudah mengerti tenteng kehadiran produk.
4. Mempengaruhi nasabah saingan agar berpindah ke bank yang mengiklankan. Dalam hal ini sasarannya adalah nasabah yang sudah mengerti dan sudah menjadi nasabah kita. Diharapkan nasabah bank lain juga ikut terpengaruh dengan peringatan kita.
5. Membangun citra perusahaan untuk jangka panjang, baik untuk produk yang dihasilkan maupun nama perusahaan

Untuk melakukan promosi melalui iklan perlu menggunakan beberapa sarana media. Penggunaan sarana media ini dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Kemudian pertimbangan penggunaan media yang akan dipakai untuk pemasangan iklan di suatu media antara lain :
1. Jangakuan media yang akan digunakan
Termasuk oplah (jumlah yang diterbitkan). Jangkaun media maksudnya wilayah yang telah dimasuki oleh media yang akan digunakan.
2. Sasaran atau konsumen yang akan dituju
Pemilihan ini didasarkan pada sasaran pembaca, karena setiap mdia memiliki sasaran pembaca tersendiri.
3. Biaya yang akan dikeluarkan
Artinya, biaya untuk pemasangan iklan di meia yang dituju.

Keunggulan promosi melalui iklan, antara lain :
1. Presentasi Publik
Artinya, iklan menawarkan pesan yang sama kepada banyak orang.
2. Pervesivenes
Yaitu emungkinkan perusahaan untuk engulang pesa berulang kali.
3. Amplied Expressiveness
Yaitu berpeluang untuk mendramatisir produk melalui pemanfaatan suaru, warna atau bentuk produk.
4. Impersonality
Maksudnya konsumen atau nasabah tidak wajib untuk emperhatikan dan merespon iklan sekarang.

C. Promosi Penjualan (Sales Promotion)
Di samping promosi lewat iklan, promosi lainnya dapat dilakukan melalui promosi penjualan atau sales promotion. Tujuan promosi penjualan adalah untuk meningkatkan penjualan atau untuk meningkatkan jumlah nasabah. Promosi penjualan dilakukan untuk menarik nasabah untuk segera membeli setiap produk atau jasa yang ditawarkan. Tentu saja agar nasabah tertarik untuk membeli, maka perlu dibuatkan promosi penjualan yang semenarik mungkin.
Promosi penjualan dapat dilakukan melalui pemberian diskon, kontes, kupon atau sample produk. Dengan menggunakan alat tersebut akan memberikan 3 manfaat bagi promosi penjualan, yaitu :
1. Komunikasi, yaitu memberikan informasi yang dapat menarik perhatian nasabah untuk membeli.
2. Insentif, yaitu memberikan dorongan dan semangat kepada nasabah untuk segera membeli produk yang ditawarkan.
3. Invitasi mengharapkan nasabah segera merealisasi pembelian.

Bagi bank promosi penjualan dapat dilakukan melalui :
1. Pemberian bunga khusus untuk jumlah dana yang relative besar walaupun hal ini akan mengakibatkan persaingan tidak sehat.
2. Pemberian insentif kepada setiap nasabah yang memiliki simpanan dengan saldo tertentu.
3. Pemberian cinderamata, hadiah serta kenang-kenangan lainnya kepada nasabah yang loyal.
4. dan promosi penjualan lainnya.
 Sama seperti halnya dengan iklan, promosi penjualan juga memiliki program tersendiri. Dalam praktiknya program promosi penjualan memiliki tiga macam cara, yaitu :
1. Promosi Konsumen, seperti penggunaan kupon, sample produk, atau bentuk undian.
2. Promosi Dagang yaitu berupa bantuan peralatan atau insentif.
3. Promosi Wiraniaga, melalui kontes penjualan.

D. Publisitas (Publicity)
Promosi yang ketiga adalah publisitas. Publisitas merupakan kegiatan promosi untuk memancing asabah melalui kegiatan seperti pameran, bakti sosial serta kegiatan lainnya. Kegiatan publisitas dapat meningkatkan pamor bank dimata para nasabahnya. Oleh karena itu, publisitas perlu diperbanyak lagi.
Tujuannya adalah agar nasabah mengenal bank lebh dekat. Dengan ikut kegiatan tersebut, nasabah akan selalu mengingat bank tersebut dan diharapkan akan menarik nasabah kegiatan publisitas dapat dilakukan melalui :
1. ikut pameran
2. ikut kegiatan amal
3. ikut bakti sosial
4. sponsorship kegiatan

E. Penjualan Pribadi (Personal Selling)
Kegiatan promosi yang keemapt adalah penjualan pribadi atau personal selling. Dalam dunia perbankan penjualan pribadi secara umum dilakukan oleh seluruh pegawai bank, mulai dari cleaning service, satpam hingga pejabat bank. Personal selling juga dilakukan melalui perekrutan tenaga-tenaga salesman dan salesgirl untuk melakukan penjualan door to door.
Penjualan secara personal selling akan memberikan beberapa keuntungan bank, yaitu antara lain :
1. Bank dapat langsung bertatap muka dengan nasabah atau calon nasabah, sehingga dapat langsung menjelaskan tentang produk bank kepada nasabah secara rinci.
2. Dapat memeperoleh informasi langsung dari nasabah tentang kelemahan prouk kita langsung dari nasabah, terutama dari keluhan yang nasabah sampaikan termasuk informasi dari nasabah tentang bank lain.
3. Petugas bank dapat langsung mempengaruhi nasabah dengan berbagai arguen.
4. Memungkinkan hubungan terjalin akrab antara bank dengan nasabah.
5. Petugas bank yang memberikan pelayanan merupakan citra bank yang diberikan kepada nasabah apabila pelayanan yang diberikan baik dan memuaskan.
6. Membuat situasi seolah-olah mengharuskan nasabah mendengarkan, memperhatikan dan menanggapi bank.

Secara khusus personal selling dilakukan oleh customer service atau service assistensi.